Ketika yang (terlihat) Alim tak Sesuai Ekspektasi
Beberapa tahun yg lalu saya mengatakan (menuliskan-pent) bahwa "orang itu membohongi banyak orang dengan perangainya", sebagai suatu ekspresi kekesalan dan kekecewaan terhadap seorang atau beberapa orang yg kenyataan dirinya tidak sesuai ekspektasi saya. Tanpa pernah mencari tahu alasannya, tanpa pernah mau tahu kondisinya. Yg jelas itu membuat saya kecewa dan itu menyakitkan hingga saya memberikan judge sedemikian rupa.
Beberapa tahun kemudian, saya menyadari bahwa sepertinya saya sendiripun secara tidak langsung juga melakukan hal yg sama. Ironis memang. Dengan penampilan luar saya, saya membuat orang lain menyangka bahwa saya orang alim, lebih berilmu, lebih rajin ibadah, dan lain-lain dari hal2 yg baik. Padahal kenyataannya mungkin sangat jauh dari apa yg dipersangkakan itu.
Apakah kemudian bisa dikatakan bahwa saya 'membohongi' orang lain? Well, secara tidak langsung iya, kalau bertolak dari sudut pandang saya beberapa tahun lalu. Tapi kemudian yg saya fahami adalah mereka dan saya tidak pernah bermaksud membohongi siapapun tentang apapun. Dengan penampilan yg 'lebih sesuai sunnah' tidak lantas menjadikan mereka lebih alim, lebih pandai, lebih baik dari yg lain. Bukankah mereka sendiri juga tidak pernah mendeklarasikan dirinya demikian dan demikian dari hal2 yg baik? Mereka hanya berusaha menjadi lebih baik dari diri mereka sebelumnya. Dan dalam perjalanannya, tentu tidak lepas dari naik turun, pasang surut keimanan dan ujian. And that's totally fine. Bukankah kita di sini juga masih sama2 belajar?
Segala puji bagi Allaah yg dengan kasih sayangNya senantiasa menunjukkan pada kita ilmu dan hikmah. KepadaNya kita memohon ditetapkan hati kita di atas agama yg lurus.
Comments
Post a Comment